Herwanto, Sugeng (2024) HUBUNGAN TINGKAT KESESUAIAN PENGGUNAAN METODE ERACS TERHADAP KEMAMPUAN MOBILISASI DINI POST SECTIO CAESAREA Di RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO. Skripsi (S1) thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Text (SURAT PERSETUJUAN UNGGAH KARYA ILMIAH)
surat pernyataan unggah skripsi_sugeng.pdf Download (1MB) |
|
Text (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf Download (3MB) |
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (224kB) |
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (184kB) |
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (38kB) |
|
Text (BAB IV)
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (179kB) |
|
Text (BAB V)
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (177kB) |
|
Text (BAB VI)
BAB 6.pdf Restricted to Repository staff only Download (137kB) |
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (144kB) |
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SUGENG HERWANTO.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK HUBUNGAN TINGKAT KESESUAIAN PENGGUNAAN METODE ERACS TERHADAP KEMAMPUAN MOBILISASI DINI POST SECTIO CAESAREA Di RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO Oleh : Sugeng Herwanto Permasalahan yang paling sering muncul pada pasien post operasi sectio caesarea (SC) adalah ketakutan akan mobilisasi dini. Pada umumnya setelah menjalani operasi Caesar konvensional pasien dilarang bergerak selama 12 jam. Dengan metode ERACS pasien bisa duduk setelah 2 jam pasca operasi, kurang dari 24 jam, pasien bisa melakukan aktifitas ringan, seperti buang air kecil maupun berjalan secara mandiri. Metode ERACS diklaim bisa mengurangi nyeri pasca operasi, serta memungkinkan proses pemulihan lebih cepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh SC metode ERACS terhadap kemampuan mobilisasi dini pada pasien post sectio caesarea. Metode penelitian menggunakan analitik observasional. Hasil uji sampling 40 responden menunjukkan 77,5% responden sudah bisa berjalan ke kamar mandi dan melakukan aktifitas ringan dalam waktu kurang dari 6 jam pertama, sedang 22,5% responden belum bisa melakukannya. Dari 11 orang responden yang mendapatkan operasi sectio caesarea dengan konvensional modifikasi ada 9 orang responden (22.5%) termasuk dalam kategori mobilisasi lambat dan 2 orang responden (5.0%) termasuk dalam kategori mobilisasi cepat. Tehnik analisa data dengan menggunakan Uji Pearson’s Chi-Squar Test nilai p value 0,000 dengan taraf signifikan <0,05 menunjukkan terdapat pengaruh metode ERACS terhadap kemampuan mobilisasi dini. Saran diharapkan pihak RS memberikan konseling tentang pelaksanaan mobilisasi dini sebelum operasi, sehingga setelah operasi pasien sudah memiliki pengetahuan tentang mobilisasi dini dan menjadikan metode ERACS sebagai salah satu daya tarik pelayanan pasien terutama pasien dengan operasi sectio caesarea. Kata Kunci : ERACS, Mobilisasi Dini, Sectio Caesarea
Item Type: | Thesis (Skripsi (S1)) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | ERACS, Mobilisasi Dini, Sectio Caesarea |
Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
Divisions: | Faculty of Health Sciences > Departement of Nursing S1 |
Depositing User: | fik . userfik |
Date Deposited: | 18 Mar 2024 04:04 |
Last Modified: | 18 Mar 2024 04:04 |
URI: | http://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/13583 |
Actions (login required)
View Item |