PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP PADA RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO
Purwaningsih, Dwi (2015) PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP PADA RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
COVER.pdf
Download (72kB)
HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (450kB)
BAB I.pdf
Download (103kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (264kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (165kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (437kB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (59kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (59kB)
Abstract
Selama ini masih banyak rumah sakit yang menggunakan sistem biaya tradisional untuk menghitung tarif jasa rawat inap yang akan dibebankan pada pasien. Sedangkan sistem biaya tradisional tidak lagi mencerminkan aktivitas yang spesifik dan kurang akurat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang penentuan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan activity based costing, dapat dijadikan sebagai acuan dalam menetapkan tarif jasa rawat inap pada RSU Muhammadiyah Ponorogo dan sebagai alat pembanding dengan tarif rawat inap yang ditetapkan selama ini, serta menjadi salah satu masukan yang memberikan informasi mengenai activity based costing terutama dalam penerapannya pada sebuah rumah sakit yang orientasi utamanya adalah pelayanan masyarakat.
Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu analisis tarif menggunakan metode tradisional, menetapkan metode biaya berdasarkan activity based costing, kemudian membandingkan tarif rawat inap rumah sakit berdasarkan activity based costing dengan metode tradisional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan tarif rawat inap dengan menggunakan activity based costing, apabila dibandingkan dengan perhitungan tarif menggunakan metode tradisional maka activity based costing memberikan hasil yang lebih kecil untuk VIP, Kelas I dan memberikan hasil yang lebih besar untuk Kelas II, Kelas III. Hal ini disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk. Pada activity based costing, biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada banyak cost driver. Sehingga dalam activity based costing, telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas kesetiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.
Kata kunci : Activity Based Costing, Metode Tradisional, RSU Muhammadiyah Ponorogo
| Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions: | Faculty of Economic > Department of Accounting |
| Depositing User: | Editor FE |
| Date Deposited: | 16 Apr 2015 07:01 |
| Last Modified: | 16 Apr 2015 07:01 |
| URI: | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/1110 |
