Detail Tugas Akhir

Diskursus “Insan Kamil” Perspektif Avicenna: Peran Kekuatan Jiwa Mencapai Kesempurnaan

yusuf, Arba’iyah and Tajab, Moh. (2022) Diskursus “Insan Kamil” Perspektif Avicenna: Peran Kekuatan Jiwa Mencapai Kesempurnaan. Jurnal Peradaban, 2 (1). pp. 94-110.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
4 cp_jurnal Diskursus.pdf
Baca PDF Ukuran File (3MB)

Abstract

Insan kamil merupakan posisi tertinggi manusia yang setiap hamba Allahberhak berupaya mencapainya bahkan mencapainya. Penelitian pustakatentang diskursus insan kamil perspektif Avicenna memberikan gambaranbahwa manusia dengan kekuatan sebagai potensi yang diberikan Allahmemiliki kesempatan mencapai derajat sebagai insan kamil. Kekuatan sebagaipotensi itu hanya dimiliki manusia sebagai rational soul. Empat level intellectyang bisa dicapai manusia yaitu potential (material) intellect, intellect in habitu,intellect in actu, dan acquired intellect. Dalam perspektif ini insan kamil adalahyang mencapai level acquired intellect. Selain itu dari perspektif tasawuf,Avicenna membagi level manusia menjadi tiga tingkatan yaitu ‘abid, zahid, dan, ‘arif. Dalam perspektif ini insan kamil adalah seseorang yang mencapai posisi‘arif. Dua posisi (acquired intellect dan ‘arif) ini ada pada diri nabi, sufi, danfilosof. Nabi adalah pribadi yang tertinggi karena nabi memiliki revelationintellect yang tidak dimiliki oleh siapapun. Secara spesifik, kekuatan-kekuatanjiwa insan kamil berperan secara maksimal hingga level acquired intellect.

Informasi Item

Item Type Article
Subjects B Philosophy. Psychology. Religion > Islamic Studies
Divisions Faculty of Islamic Studies > Department of Islamic Studies
Date Deposited 01 Nov 2023 03:50
Last Modified 01 Nov 2023 03:50
URI https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/13027

Actions (login required)

View Item
View Item
Ada yang bisa kami bantu?