ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE MASA KEHAMILAN SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA PADA NY.S DIKLINIK BERKAH PRIMA MEDIKA GANDU
auliya, intan (2025) ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE MASA KEHAMILAN SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA PADA NY.S DIKLINIK BERKAH PRIMA MEDIKA GANDU. D3 thesis, universitas muhammadiyah ponorogo.
surat persetujuan unggah karya.pdf
Download (150kB)
halaman depan 2.pdf
Download (665kB)
BAB l.pdf
Download (266kB)
BAB ll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (741kB)
BAB lll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (621kB)
BAB lV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (184kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (236kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
LTA full teks.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
1.1 LATAR BELAKANG
Kehamilan adalah fase perubahan fisik, hormonal, dan humoral yang bertujuan untuk menjamin pertumbuhan dan penyediaan nutrisi yang diperlukan janin, serta mempersiapkan tubuh ibu untuk proses melahirkan dan menyusui. Akan tetapi, dalam kehidupan seorang wanita, fenomena biologis ini dianggap sebagai cerminan kesehatan ibu dan anak di masa mendatang. Oleh karena itu sepatutnya seorang wanita berperan aktif dalam pelayanan yang didapatkan selama masa kehamilan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi yang seimbang. Gizi seimbang yaitu mengonsumsi berbagai jenis makanan yang memiliki makro dan mikronutrien dalam proporsi yang tepat. Makanan yang tinggi protein, karbohidrat, lemak sehat, serta vitamin dan mineral sangat penting untuk mendukung metabolisme tubuh ibu hamil. Banyak Sebagian ibu hamil menyatakan bahwa meskipun mereka sadar akan makanan yang perlu dikonsumsi, keterbatasan finansial sering menjadi kendala utama dalam mencukupi gizi ibu hami. (Antika & Sartika, 2025)
Allah berfirman :
وَاَ مْدَدْنٰهُمْ بِفَا كِهَةٍ وَّلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَ
"Dan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini." (QS. At-Tur : 22)
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat dibumi,dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. sesungguhnya setan, itu musuh yang nyata bagimu.”
Berdasarkan ayat Al-Qur’an dan hadis, Allah SWT telah menganugerahkan berbagai jenis makanan dan minuman yang halal, bergizi, dan seimbang, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan serta menunjang pertumbuhan janin pada ibu hamil.
Secara global, World Health Organization (WHO) mencatat bahwa defisiensi nutrisi pada masa kehamilan terjadi pada 35% hingga 75% wanita hamil di berbagai negara, dengan sekitar 40% kematian ibu di negara berkembang berhubungan dengan masalah kurang nutrisi pada ibu hamil. Isu terkini mengenai kurangnya nutrisi tetap menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama bagi ibu hamil. Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, tercatat bahwa 16,9% ibu hamil mengalami defisiensi gizi. Sebagai respons terhadap situasi ini, Kementerian Kesehatan menetapkan sasaran penurunan angka kekurangan gizi pada ibu hamil menjadi 10% pada 2024. Data sementara menunjukkan bahwa pencapaian nasional telah mencapai 9,7%, yang menunjukkan bahwa target ini telah berhasil terlampaui secara keseluruhan. Walaupun begitu, beberapa kawasan masih memperlihatkan angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Di Provinsi Jawa Timur, misalnya, persentase kekurangan gizi pada ibu hamil tercatat sebesar 19,6% pada tahun 2023(Kase & Prasetyo, 2025), sedangkan diprovinsi Jawa Tengah ibu hamil dengan status gizi kurang ada 28,2% pada tahun 2025, yang menunjukkan bahwa di Provinsi Jawa Timur lebih rendah angka kekurangan nutrisi dari Jawa Tengah, tetapi masalah ini masih relatif tinggi di tingkat wilayah. Dari beberapa data Puskesmas yang ada diKabupaten Ponorogo tahun 2024 (Kase & Prasetyo, 2025) mencatat 139 wanita hamil, di mana 20 di antaranya (14,3%) mengalami kekurangan gizi. (Fitra, 2023)
Berdasarkan teori dari WHO, asupan gizi yang tepat selama kehamilan dapat mencegah munculnya berbagai komplikasi, seperti anemia, hipertensi, dan kelahiran premature. Berdasarkan informasi yang telah diberikan, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan terjadinya kekurangan nutrisi pada wanita hamil. Salah satu faktor utama adalah situasi ekonomi yang kurang baik, di mana keterbatasan pendapatan menyulitkan ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang selama kehamilan. Selain itu, minimnya pemahaman ibu hamil tentang arti penting asupan gizi yang sesuai juga merupakan faktor yang signifikan(Farida Rina Purwanti, 2023). Banyak wanita hamil belum mengetahui jenis makanan bernutrisi yang diperlukan untuk mendukung kesehatan ibu dan pertumbuhan bayi. Tidak sedikit ibu hamil yang mengabaikan pentingnya pola makan sehat akibat kurangnya pemahaman tentang dampak jangka panjang kekurangan nutrisi pada kehamilan dan perkembangan anak. Berbagai faktor ini menjadikan permasalahan kekurangan nutrisi pada ibu hamil sebagai isu yang rumit dan memerlukan penanganan secara menyeluruh, baik melalui intervensi pendidikan, peningkatan akses terhadap makanan bergizi, maupun dukungan sosial dan ekonomi. Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik untuk ibu maupun bayi. (Miraturrofiah et al., 2025)
Edukasi secara langsung kepada ibu hamil diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya gizi seimbang. Tujuan dari peningkatan kesadaran gizi pada ibu hamil adalah untuk mencegah terjadinya kekurangan nutrisi pada ibu hamil serta mengurangi risiko komplikasi kehamilan seperti anemia, preeklamsia, dan berat badan lahir rendah. Asupan gizi yang tepat juga penting untuk mendukung pertumbuhan janin dan mencegah stunting pada anak. Selain itu, upaya ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Dengan adanya masalah mengenai nutrisi pada ibu hamil pemerintah menerapkan program pemberian makanan tambahan, pemberian zat besi, program ini dapat menurunkan angka kekurangan nutrisi pada ibu hamil. Beberapa program diterapkan oleh para tenaga Kesehatan atau bidan melalui edukasi gizi yang intensif, diharapkan ibu hamil mampu mengatasi hambatan sosial, budaya, dan ekonomi dalam menerapkan pola makan sehat(Dimas Heryunanto, 2022). Dalam beberapa program ini bidan dapat melakukan pemantauan mengenai gizi ibu hamil melalui Continuity of Care (COC), yaitu pelayanan yang disediakan pada siklus hidup yang dimulai dari prakonsepsi, masa kehamilan, persalinan,nifas, bayi, balita, anak prasekolah, siswa, remaja, orang dewasa hingga lansia. Sehingga Kesehatan atau gizi ibu hamil dapat terpantau secara keseluruhan dan dapat menurunkan angka kekurangan nutrisi. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2015)(Anggraini, L. S., Listiyaningsih, 2024)
Dari penjelasan di atas peneliti tertarik untuk melakukan pendampingan melalui COC pada ibu hamil, bersalin, nifas, bbl, anak, dan kb untuk memantau kondisi dan melakukan deteksi dini serta melakukan rujukan jika diperlukan.
| Dosen Pembimbing: | intan, auliya and auliya, intan | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (D3) |
| Uncontrolled Keywords: | Continuity of Care (COC) |
| Subjects: | R Medicine > RG Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Health Sciences > Department of Midwifery |
| Depositing User: | INTAN AULIYA |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 01:51 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 01:51 |
| URI: | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/20168 |
