ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. S PADA MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK FAUZIAH PULUNG PONOROGO
Febriani, Dwi Anggi (2026) ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. S PADA MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK FAUZIAH PULUNG PONOROGO. D3 thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
UNGGAK KARYA..pdf
Download (89kB)
DWI ANGGI LTA TERBARU 2 (1).pdf
Download (655kB)
BAB 1 LTA.pdf
Download (350kB)
BAB 2 LTA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB 3 LTA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (751kB)
BAB 4 LTA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (300kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (256kB)
LAMPIRAN LTA 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
LTA FULL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Continuity of Care (COC) merupakan asuhan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana. Pelayanan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh, mendeteksi secara dini adanya komplikasi, serta meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Studi kasus ini dilakukan pada Ny. S usia 24 tahun G2P10001 yang mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif sejak usia kehamilan 37 minggu hingga penggunaan kontrasepsi pascapersalinan.
Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney yang meliputi pengumpulan data dasar, interpretasi data, identifikasi diagnosis atau masalah potensial, identifikasi kebutuhan tindakan segera, perencanaan asuhan, pelaksanaan asuhan, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi rekam medis, buku KIA, serta data sekunder melalui komunikasi WhatsApp.
Hasil asuhan menunjukkan bahwa pada masa kehamilan trimester III Ny. S mengalami keluhan perut mules-mules pada usia kehamilan 37 minggu yang merupakan kondisi fisiologis menjelang persalinan. Persalinan berlangsung secara spontan pada usia kehamilan 37 minggu. Kala I berlangsung selama 3 jam 15 menit, kala II berlangsung selama 18 menit dengan tindakan episiotomi karena perineum kaku, kala III berlangsung selama 10 menit dengan manajemen aktif kala III, dan kala IV berlangsung normal tanpa komplikasi. Pada masa nifas dilakukan empat kali kunjungan. Ditemukan keluhan nyeri luka episiotomi pada kunjungan pertama dan bendungan ASI pada kunjungan kedua yang berhasil diatasi melalui edukasi dan asuhan kebidanan. Pada kunjungan berikutnya kondisi ibu baik, involusi uterus berlangsung normal, serta ASI keluar lancar. Pada neonatus dilakukan tiga kali kunjungan. Bayi lahir dengan berat badan 2900 gram dan kondisi umum baik. Pada kunjungan kedua ditemukan keluhan gumoh setelah menyusu, sedangkan pada kunjungan ketiga ditemukan bintik-bintik merah pada dahi yang mengarah pada biang keringat. Kedua kondisi tersebut dapat diatasi melalui edukasi kepada ibu. Pada akhir masa nifas, Ny. S memutuskan menggunakan kontrasepsi implant dan pemasangan dilakukan di Puskesmas Sooko, Ponorogo.
Berdasarkan hasil asuhan yang diberikan, seluruh proses kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan keluarga berencana berjalan sesuai dengan teori dan standar pelayanan kebidanan. Keluhan yang muncul selama kehamilan, masa nifas, dan neonatus merupakan kondisi fisiologis yang umum terjadi dan dapat ditangani melalui edukasi serta pemantauan yang berkelanjutan. Tidak ditemukan komplikasi yang membahayakan ibu maupun bayi. Kesesuaian antara teori dan fakta menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komprehensif mampu mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal.
Pelaksanaan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. S menunjukkan bahwa pelayanan yang berkesinambungan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi sejak masa kehamilan hingga keluarga berencana. Pemantauan selama kehamilan membantu ibu memahami tanda-tanda persalinan dan mempersiapkan diri menghadapi proses kelahiran. Asuhan persalinan yang sesuai standar, termasuk tindakan episiotomi pada indikasi perineum kaku dan manajemen aktif kala III, mampu mendukung persalinan yang aman serta mencegah komplikasi. Pada masa nifas dan neonatus, kunjungan yang dilakukan secara teratur memungkinkan deteksi dini terhadap masalah seperti nyeri luka episiotomi, bendungan ASI, gumoh, dan biang keringat sehingga dapat segera ditangani melalui edukasi dan konseling. Selain itu, pemilihan kontrasepsi implant menunjukkan keberhasilan konseling keluarga berencana yang diberikan kepada ibu. Secara keseluruhan, tidak ditemukan kesenjangan yang berarti antara teori dan praktik sehingga asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan pada Ny. S dapat dinilai berhasil dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal
| Dosen Pembimbing: | Aida Ratna, Wijayanti and Ririn, Ratnasari and febriani, anggi | 0708098605, 0705098502, UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (D3) |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Faculty of Health Sciences > Department of Midwifery |
| Depositing User: | Dwi Anggi Febriani |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 01:52 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 01:52 |
| URI: | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/20724 |
