ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY.S MASA HAMIL SAMPAI KELUARGA BERENCANA DI KLINIK BERKAH MEDIKA DI GANDU MLARAK PONOROGO



NIKMA, AWALUN ARDINA (2026) ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY.S MASA HAMIL SAMPAI KELUARGA BERENCANA DI KLINIK BERKAH MEDIKA DI GANDU MLARAK PONOROGO. D3 thesis, Universtas Muhammadiyah Ponorogo.

Text (PERSETUJUAN UNGGAH KARYA)
Persetujuan Unggah Karya_Ardina 23621739.pdf

Download (1MB)
Text (HALAMAN DEPAN)
COVER.pdf

Download (738kB)
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (196kB)
Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (733kB)
Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (188kB)
Text (BAB 5)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (136kB)
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (156kB)
Text (LAMPIRAN)
Revisi LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Text (LTA FULL)
Ful Teks LTA fix_ Ardina Awalun_23621739.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Kehamilan merupakan salah satu periode penting dalam kehidupan
seorang perempuan yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal
pemenuhan kebutuhan gizi. Nutrisi yang cukup dan seimbang selama masa
kehamilan berperan penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan
janin serta menjaga kesehatan ibu. Kekurangan gizi pada masa kehamilan dapat
berdampak negatif baik bagi ibu maupun bayi, mulai dari gangguan metabolik,
anemia, hingga komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur dan berat badan
lahir rendah (Sari & Andriani, 2023) Namun demikian, masih banyak ibu hamil
yang belum memahami secara menyeluruh tentang pentingnya asupan nutrisi
Firdaus, 2023)
selama kehamilan. Pengetahuan yang kurang terkait gizi sering kali menyebabkan
perilaku makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan fisiologis kehamilan, seperti
konsumsi makanan rendah zat besi, protein, dan asam folat (Rahmawati, Yulia, &
Dalam perspektif Islam, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak sangat
ditekankan karena keduanya merupakan amanah besar dari Allah SWT. Al-Qur’an
menegaskan pentingnya menjaga asupan makanan dan tanggung jawab orang tua
dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, sebagaimana firman Allah SWT dalam
QS. Al-A’raf ayat 31:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Ayat tersebut mengajarkan keseimbangan dalam konsumsi makanan, yang
sejalan dengan konsep gizi seimbang dalam ilmu kesehatan modern. Oleh karena
itu, upaya peningkatan pengetahuan gizi bagi ibu hamil seharusnya diintegrasikan
dengan nilai-nilai keagamaan agar pesan kesehatan lebih mudah diterima dan
dipahami oleh masyarakat. Pendekatan spiritual ini juga dapat meningkatkan
motivasi ibu dalam menjaga kesehatan dirinya dan janin yang dikandung.
Pemenuhan gizi selama kehamilan berperan penting dalam menjaga kesehatan
ibu dan mendukung pertumbuhan janin. Pengetahuan ibu hamil mengenai gizi
menentukan pola makan dan kualitas asupan sehari-hari. Namun, sebagian ibu
hamil masih belum memahami pentingnya nutrisi seimbang, baik dari jenis, jumlah,
asam folat (Kusuma, 2023)
maupun cara pengolahannya.Pengetahuan gizi yang kurang dapat menyebabkan ibu
hamil mengabaikan kebutuhan zat penting seperti zat besi, protein, kalsium, dan
Kondisi ini berisiko menurunkan status gizi ibu dan berdampak negative
terhadap perkembangan janin, sehingga peningkatan pemahaman gizi menjadi
prioritas dalam pelayanan kebidanan. Masih banyak ibu hamil yang memiliki pola
konsumsi tidak seimbang dan percaya pada pantangan makanan tradisional.
Kurangnya pemahaman menyebabkan ibu tidak mengetahui kebutuhan nutrisi
harian yang sesuai, sehingga berpotensi mengalami kekurangan energi kronis
(KEK) dan anemia (Marlina, 2022)

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), pada tahun 2022 sebanyak
27,2% ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 48,9%
mengalami anemia. Pada tahun 2023, terjadi penurunan kecil menjadi 25,8% KEK
dan 47,5% anemia, sedangkan pada tahun 2024 angka tersebut kembali menurun
menjadi 24,3% KEK dan 46,1% anemia (Kemenkes RI, 2020).Di tingkat provinsi,
Jawa Timur pada tahun 2022 20% ibu hamil mengalami KEK dan sekitar 10,76%
ibu hamil mengalami anemia dan pada tahun 2023 ibu hamil dengan resiko KEK
menjadi 84,88% dan anemia naik sekitar 26,8% dan pada tahun 2024 ibu hamil
mengalaimi KEK 6,45% dan anemia di jawa timur dilaporkan sangat tinggi
mencapai 69,7% .Sementara itu di Kabupaten Ponorogo, data menunjukkan bahwa
pada tahun 2022 terdapat ibu hamil mengalami KEK 8,7% dan ibu hamil yang
mengalami anemia 24,7% (Profil Kesehatan Kabupaten Ponorogo, 2022) dan 2023
prevelensi ibu hamil dengan KEK 19,6% dan Ibu hamil yang mengalami anemia
26,8% dan 2024 ibu hamil mengalami KEK 6,45% dan ibu hamil mengalami
anemia 27,6%. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 10,9% pada tahun
2023 dan menurun kembali menjadi 9,94% pada tahun 2024 (Dinas Kesehatan
Ponorogo, 2025). Penurunan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam upaya
peningkatan pemenuhan gizi ibu hamil, terutama melalui edukasi, peningkatan
konsumsi tablet Fe, dan intervensi gizi di tingkat pelayanan kesehatan dasar,
meskipun capaian ini belum mencapai target nasional di bawah 10% bahkan 5%
seperti yang diharapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Kurangnya edukasi gizi dari tenaga kesehatan, rendahnya tingkat pendidikan,
pengaruh budaya, serta minimnya dukungan keluarga menjadi faktor utama yang
memengaruhi rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi. Selain itu, layanan

kesehatan yang belum menerapkan pendampingan berkelanjutan dari masa pra
kehamilan hingga nifas memperparah kesenjangan informasi.
kekurangan gizi
selama kehamilan dapat menyebabkan ibu mengalami anemia, KEK, serta
meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan stunting di kemudian
hari (WHO, 2022). Kurangnya gizi pada ibu hamil menjadi salah satu faktor risiko
utama yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan perkembangan janin. Penerapan
pendekatan Continuity of Care (COC) sangat penting untuk mengatasi
permasalahan ini, karena melalui COC, asuhan kebidanan diberikan secara
berkesinambungan mulai dari masa pra-kehamilan, kehamilan, persalinan, hingga
nifas. Dengan pemantauan yang rutin dan konseling gizi berkelanjutan, tenaga
kesehatan dapat mengidentifikasi kekurangan nutrisi sejak dini, memberikan
intervensi yang tepat, serta memastikan ibu hamil memperoleh asupan gizi yang
kehamilan dapat diminimalkan
cukup, sehingga risiko anemia, kekurangan energi kronis (KEK), dan komplikasi
Dampak ini tidak hanya berpengaruh pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga
pada kualitas generasi mendatang. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai
upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan status gizi ibu hamil melalui beragam
program intervensi gizi spesifik dan sensitif. Beberapa program utama yang telah
dijalankan antara lain pemberian tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet
selama kehamilan, program makanan tambahan ibu hamil (PMT Bumil KEK) bagi
yang berisiko kekurangan energi kronis, serta kelas ibu hamil yang difokuskan pada
edukasi gizi, kesehatan reproduksi, dan perawatan kehamilan. Selain itu, melalui
Posyandu dan tenaga kader desa, pemerintah melaksanakan pemantauan berat
badan ibu hamil dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Kurangnya gizi pada ibu hamil menjadi salah satu faktor risiko utama yang
dapat memengaruhi kesehatan ibu dan perkembangan janin. Penerapan pendekatan
Continuity of Care (COC) sangat penting untuk mengatasi permasalahan ini, karena
melalui COC, asuhan kebidanan diberikan secara berkesinambungan mulai dari
masa pra-kehamilan, kehamilan, persalinan, hingga nifas. Dengan pemantauan
yang rutin dan konseling gizi berkelanjutan, tenaga kesehatan dapat
mengidentifikasi kekurangan nutrisi sejak dini, memberikan intervensi yang tepat,
serta memastikan ibu hamil memperoleh asupan gizi yang cukup, sehingga risiko
anemia, kekurangan energi kronis (KEK), dan komplikasi kehamilan
dapat diminimalkan
Dari sisi akademik dan praktik kebidanan, para peneliti serta tenaga kesehatan
berperan penting dalam mengembangkan strategi peningkatan pemahaman gizi ibu
hamil dengan pendekatan Continuity of Care (COC). ( (Kusuma, 2023); (Sari &
Andriani, 2023). Pendekatan COC memastikan ibu mendapatkan asuhan kebidanan
berkelanjutan mulai dari masa pra-kehamilan, kehamilan, persalinan, nifas, hingga
perencanaan keluarga (Rahmawati, Yulia, & Firdaus, 2023).Melalui pendekatan ini,
edukasi gizi tidak diberikan secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari seluruh
proses asuhan kebidanan. Peneliti juga mendorong penerapan edukasi gizi berbasis
keluarga, pelatihan bagi kader kesehatan, dan penggunaan media digital interaktif
untuk mempermudah pemahaman ibu hamil mengenai kebutuhan nutrisi. Dengan
penerapan COC, bidan dapat melakukan pemantauan dan konseling gizi secara
berkesinambungan, sehingga ibu hamil tidak hanya memahami pentingnya nutrisi,
tetapi juga mampu menerapkannya dalam pola makan sehari-hari hingga masa
menyusui. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan generasi sehat dan

menurunkan risiko gizi buruk secara berkelanjutan (WHO, 2022).Penulis tertarik
untuk meneliti strategi peningkatan pemahaman gizi ibu hamil karena melihat
masih banyaknya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik nyata di lapangan,
serta pentingnya integrasi antara edukasi gizi, praktik kebidanan berkelanjutan, dan
pendekatan berbasis keluarga untuk menciptakan generasi seha

Dosen Pembimbing: Hayun Manudyaning, Hayun Manudyaning S,S.ST.,M.Keb and Nur Hidayati, Nur Hidayati,S.SiT.,M.Kes | 0706068801, 0706038902
Item Type: Thesis (D3)
Uncontrolled Keywords: Asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan gizi ibu hamil
Subjects: R Medicine > RG Midwifery
Divisions: Faculty of Health Sciences > Department of Midwifery
Depositing User: Ardina awalun nikma
Date Deposited: 28 Sep 2026 04:07
Last Modified: 28 Sep 2026 04:07
URI: https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/21028

Actions (login required)

View Item
View Item