Detail Tugas Akhir

PERENCANAAN ALAT PENGHANCUR SAMPAH ORGANIK MENJADI BAHAN BRIKET DENGAN KAPASITAS 750KG/JAM

HADI KUSUMO, KARDOYO (2010) PERENCANAAN ALAT PENGHANCUR SAMPAH ORGANIK MENJADI BAHAN BRIKET DENGAN KAPASITAS 750KG/JAM. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
jkptumpo-gdl-kardoyohad-179-1-abstrak-1.pdf
Baca PDF Ukuran File (307kB)

Abstract

Dalam prakteknya proses pengolahan sampah organik selama ini belum dilakukan secara praktis oleh manusia. Hal ini memilki keterbatasan baik dalam hal tenaga waktu serta kapasitasnya. Melihat kondisi diatas akhirnya timbul ide untuk membuat mesin penghancur sampah organik dengan kapasitas hasil yang lebih banyak dengan proses penghancuran yang lebih cepat. Perencanaan alat penghancur sampah ini, ada beberapa komponen alat yang dibutuhkan diantaranya pisau yang tajam dan kuat. Penghancuran yang dilakukan dengan mesin transmisi ini mampu mempermudah dari segi kekurangan efisiensi waktu dan kecepatan produktifitas dengan kapasitas 750 kg/jam. Pengujian dilakukan dilaboratorium Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pengujian tersebut dimaksudkan untuk mengetahui tingkat efektifitas alat dikaitkandengan analisa perhitungan. Dari hasil perencanaan perhitungan diperoleh dimensi alat antara lain : Bantalan gelinding dengan nomor 7310-A-DB, diameter Pulley berukuran 100 mm untuk transmisi dan 300 mm unutk penggerak, transmisi 1400 rpm dengan daya 0,1 HP dan sabuk V adalah 76dengan tipe A. Kata Kunci: Sampah, Bahan Briket, Kapasitas 750kg/jam.
Keyword : Sampah, Bahan Briket, Kapasitas 750kg/jam.

Informasi Item

Item Type Thesis (Skripsi)
Subjects Q Science > QC Physics
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions Faculty of Engineering > Department of Machine Engineering
Date Deposited 07 Sep 2016 07:25
Last Modified 15 Jan 2025 01:35
URI https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/2133

Actions (login required)

View Item
View Item
Ada yang bisa kami bantu?