Detail Tugas Akhir

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENANGANAN KONFLIK KEAGAMAAN (STUDI PENELITIAN TENTANG KONFLIK KEAGAMAAN ANTARA NAHDHLATUL ULAMA DENGAN MAJELIS TAFSIR AL-QUR’AN DI DESA SUGIHWARAS KECAMATAN MAOSPATI KABUPATEN MAGETAN)

AMANDA PUTRA, EKANANTO (2016) PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENANGANAN KONFLIK KEAGAMAAN (STUDI PENELITIAN TENTANG KONFLIK KEAGAMAAN ANTARA NAHDHLATUL ULAMA DENGAN MAJELIS TAFSIR AL-QUR’AN DI DESA SUGIHWARAS KECAMATAN MAOSPATI KABUPATEN MAGETAN). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
HALAMAN DEPAN.pdf
Baca PDF Ukuran File (569kB)
PDF
Text
BAB I.pdf
Baca PDF Ukuran File (828kB)
PDF
Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (607kB)
PDF
Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (355kB)
PDF
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (220kB)
PDF
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Baca PDF Ukuran File (274kB)
PDF
Text
LAMPIRAN.pdf
Baca PDF Ukuran File (779kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Peran Pemerintah Desa dalam Penanganan Konflik Keagamaan antara Nahdhlatul Ulama (NU) dengan Jemaah Tafsir Al-qur’an (MTA), Studi di Desa Sugihwaras Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah desa dalam mengatasi konflik yang terjadi. Serta permasalahan apa saja yang dihadapi Pemerintah Desa Sugihwaras dalam mengatasi konflik antara Nahdhlatul Ulama dengan Majelis Tafsir Al-qur’an di Desa Sugihwaras Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan. Konflik merupakan suatu pertentangan antara dua pihak atau lebih yang berawal dari persepsi yang berbeda dengan suatu kepentingan yang bisa menimbulkan akibat hukum bagi keduanya. Adapun konflik antara NU dengan MTA di Desa Sugihwaras Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan disebabkan oleh perbedaan pemahaman dalam keagamaan antara masing-masing kelompok sosial keagamaan tersebut. Juga disertai penyebab lain yaitu pengaruh isu-isu sosial politik yang timbul dan berkembang tanpa kejelasan.
Pemerintah Desa Sugihwaras dalam penanganan konflik antara Nahdhlatul Ulama dengan Majelis Tafsir Al-qur’an di Desa Sugihwaras menggunakan cara mediasi dan rekonsiliasi sebagai bentuk langkah penyelesaian terbaik yang dapat dilakukan. Dengan pemerintah desa berperan sebagai pihak ketiga untuk memediasi antara kedua kelompok yang berkonflik. Pemerintah desa telah mempertemukan pihak yang berkonflik untuk melakukan mediasi dan rekonsiliasi sebanyak lima (5) kali. Dari usaha penanganan yang telah dilakukan tidak pernah mencapai titik temu. Dalam perannya Pemerintah Desa tidak dapat menyelesaikan konflik secara tuntas. Karena konflik terus berlanjut maka Pemerintah Desa memutuskan untuk membawa konflik ke jalur hukum.
Kata kunci: Peran Pemerintah Desa, Konflik, NU, MTA.

Informasi Item

Item Type Thesis (Skripsi)
Subjects J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions Faculty of Social Science and Political Science > Department of Government Science
Date Deposited 14 Nov 2016 02:44
Last Modified 14 Nov 2016 02:44
URI https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/2661

Actions (login required)

View Item
View Item
Ada yang bisa kami bantu?