Detail Tugas Akhir

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PENERJEMAH BAHASA ISYARAT INDONESIA (BISINDO) DENGAN METODE ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS)

NADIA, INTAN PRATIWI (2018) PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PENERJEMAH BAHASA ISYARAT INDONESIA (BISINDO) DENGAN METODE ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS). Skripsi (S1) thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Halaman Depan.pdf
Baca PDF Ukuran File (2MB)
PDF
Text
BAB I.pdf
Baca PDF Ukuran File (480kB)
PDF
Text
BAB II.pdf
Baca PDF Ukuran File (1MB)
PDF
Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (3MB)
PDF
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (5MB)
PDF
Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (139kB)
PDF
Text
Daftar Pustaka.pdf
Baca PDF Ukuran File (205kB)

Abstract

Tunarungu merupakan suatu kondisi dimana pendengaran seorang individu tidak dapat berfungsi secara normal. Untuk mengatsinya maka dibuatlah bahasa isyarat. Di Indonesia, dikenal 2 macam bahasa isyarat, yatiu Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Dalam karya ilmiah ini, mengajukan penelitian untuk mengenali BISINDO menggunakan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System sebagai pembelajaran mesinnya. Untuk itu dilakukan pengenalan isyarat dengan pendekatan Computer Vision. Gambar tangan yang diambil dari webcam kemudian dipisahkan dari latarnya. Langkah tersebut dilakukan dengan menggunakan metode segmentasi warna dengan struktur warna YCbCr. Gambar yang didapatkan kemudian dikembalikan warnanya dengan struktur warna yang diubah ke grayscale. Selain itu juga dilakukan pengubahan ukuran. Kemudian gambar diolah untuk diambil karakteristiknya dengan menggunakan metode deskripsi Histogram Oriented Gradien (HOG). Hasil dari deskripsi HOG inilah yang dijadikan sebagai data input untuk pembelajaran sistem menggunakan ANFIS. Pengujian yang dilakukan pada 1 orang peraga dengan latar belakang polos. Hasilnya pengujian secara langsung hanya mampu mengenali 21 isyarat dari 130 percobaan. Adapun dalam 5 kali pengenalan secara berturut-turut, memakan waktu kurang lebih 8 detik. Adapun permaslahan yang terjadi disebabkan oleh penggunaan parameter yang kurang tepat serta kegagalan segmentasi tangan.

Kata Kunci : ANFIS, Pengenalan Bahasa Isyarat, Pengolahan Citra.

Informasi Item

Item Type Thesis (Skripsi (S1))
Subjects T Technology > T Technology (General)
Divisions Faculty of Engineering > Department of Informatic Engineering
Date Deposited 09 Oct 2018 06:28
Last Modified 09 Oct 2018 06:28
URI https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/4358

Actions (login required)

View Item
View Item
Ada yang bisa kami bantu?