PEMBERDAYAAN SEKTOR INFORMAL DI KABUPATEN PONOROGO

WINANTO, ASIS RIAT and WAFIROTIN, KHUZNATUL ZULFA (2016) PEMBERDAYAAN SEKTOR INFORMAL DI KABUPATEN PONOROGO. PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN 2016 : BIDANG AGAMA ISLAM, BUDAYA, EKONOMI, SOSIAL HUMANIORA, TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN PENDIDIKAN. pp. 56-69. ISSN 978-602-0815-22-0

[img]
Preview
Text
COVER PROSIDING DEPAN.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
03 - 2. ARW, KZW.pdf

Download (164kB) | Preview
[img] Text
5 PEMBERDAYAAN SEKTOR INFORMAL DI KABUPATEN PONOROGO.pdf

Download (2MB)
[img] Text
5 pemberdayaan sektor informal.pdf

Download (322kB)

Abstract

Sektor informal di Kabupaten Ponorogo merupakan fenomena keseharian yang bersifat kontroversial. Di satu sisi, pemegang otoritas kabupaten sering bersifat tidak ramah pada mereka (“mengusir”) mereka dari tata ruang kota, tetapi di sisi lain mereka dijadikan sumber pendapatan bagi pemerintah kabupaten melalui pungutan retribusi dan dapat mengatasi permasalahan ketenaga- kerjaan di perkotaan. Namun demikian, persoalan sektor informal tidak dapat dibiarkan begitu saja, karena semakin hari jumlah mereka semakin bertambah banyak dan akan berakibat pada teranggunya ruang gerak public. Berdasar penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa pelaku sektor informal menginginkan adanya pemberdayaan agar usahanya bisa lebih maju dan tetap berjalan. Beberapa alternative kegiatan pemberdayaan yang diharapkan oleh pelaku sektor informal adalah: adanya pengadaan gerobak untuk usaha, pelatihan kewirausahaan, pembentukan kelompok pelaku usaha informal dan kemudahan dalam memperoleh kredit. Sementara dalam penelitian yang dilakukan terkait dengan pemberdayaan sektor informal terlihat adanya pemberdayaan yang dilakukan dengan jalan membentuk suatu kelompok/paguyuban. Pembentukan kelompok/paguyuban ini didasari oleh keinginan untuk mempertahankan eksistensi mereka dalam sektor informal. Disamping itu keberadaan paguyuban ini diharapkan sebagai wadah untuk menyelesaikan permaslahan yang berkaitan dengan sektor informal. alas an lain dibentuknya paguyuban ini diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antara pelaku sektor informal dengan pemerintah.

Item Type: Article
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Proceeding
Depositing User: Ayu Wulansari
Date Deposited: 23 Nov 2016 01:44
Last Modified: 16 Oct 2020 02:37
URI: http://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/2746

Actions (login required)

View Item View Item