KEKOSONGAN HUKUM (LACUNA LEGIS) DALAM PENGATURAN PERLINDUNGAN DAN PENGAKUAN HAK CIPTA ATAS CIPTAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI INDONESIA



Putri, Cerninta Khisan Kusuma Pratama (2026) KEKOSONGAN HUKUM (LACUNA LEGIS) DALAM PENGATURAN PERLINDUNGAN DAN PENGAKUAN HAK CIPTA ATAS CIPTAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI INDONESIA. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Text (SURAT PERSETUJUAN UNGGAH KARYA ILMIAH)
SURAT UNGGAH KARYA .pdf

Download (206kB)
Text (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (733kB)
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (252kB)
Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (519kB)
Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (188kB)
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (378kB)
Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (67kB)
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (330kB)
Text
SURAT KETERANGAN HASIL SIMILARITY STEMPEL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (360kB)
Text
FULL TEXT-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas pokok permasalahan mengenai kekosongan hukum (lacuna legis) dalam pengaturan perlindungan dan pengakuan hak cipta atas ciptaan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. Masalah terjadi karena Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta menempatkan manusia sebagai satu-satunya pihak yang dapat disebut sebagai pencipta. Padahal, faktualnya Artificial Intelligence sudah bisa menghasilkan karya tanpa keterlibatan manusia. Hal ini akhirnya menimbulkan kekaburan tentang bagaimana status hukum karya yang dibuat oleh AI. Selain itu, penggunaan karya milik manusia sebagai data untuk melatih AI juga berpotensi menimbulkan pelanggaran hak cipta, terutama berkaitan dengan penggunaan kembali dan pemanfaatan ulang karya tersebut tanpa izin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kekosongan hukum pengaturan hak cipta atas karya yang dihasilkan oleh AI serta dampak yuridisnya dalam menciptakan kepastian hukum di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan filsafat hukum. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur dan teori hukum yang relevan yaitu teori personalitas dan teori tenaga kerja untuk menganalisis tentang pengertian pencipta.
Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa terdapat kekosongan hukum karena UUHC tidak secara jelas mengatur mengenai posisi hukum karya AI. Karena karya yang dihasilkan oleh AI tidak memenuhi unsur yang mengacu kepada manusia sebagai penciptanya sehingga karya tersebut tidak dilindungi oleh undang-undang, walaupun sudah banyak diakui dan dipergunakan dalam praktiknya. Selain itu, penggunaan karya manusia dalam proses pembuatan data/platmen untuk AI juga dapat menimbulkan pelanggaran hak cipta.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aturan dalam UU hak cipta yang berlaku masih belum sepenuhnya bisa mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, perlu adanya pembaruan regulasi yang lebih jelas dan tegas dalam mengatur karya yang dihasilkan oleh AI. Pengaturannya tidak semata tentang status hukumnya, tetapi juga siapa yang bisa dianggap sebagai pencipta, sampai bagaimana bentuk perlindungan hukumnya. Hal ini penting supaya terdapat kepastian hukum, baik bagi pencipta manusia maupun dalam perkembangan teknologi AI.

Dosen Pembimbing: Yogi, Prasetyo and Ferry Irawan, Febriansyah | 0701118204, 2106048001
Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: artificial intelligence, hak cipta, kekosongan hukum, hukum responsif
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Laws > Departements of Laws
Depositing User: Cerninta Khisan Kusuma Pratama Putri
Date Deposited: 18 Sep 2026 07:11
Last Modified: 18 Sep 2026 07:15
URI: https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/20259

Actions (login required)

View Item
View Item