PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA BALEASRI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGARIBOYO, MAGETAN
Berkas Tugas Akhir
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
lampiran 1.pdf
Restricted to Repository staff only
skripsi full rida.pdf
Restricted to Repository staff only
Abstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal. Tingginya prevalensi hipertensi serta kebutuhan akan terapi nonfarmakologis yang efektif menjadi dasar pelaksanaan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Baleasri.
Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pre-test and post-test non-equivalent control group design. Sebanyak 30 penderita hipertensi dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi memperoleh rebusan daun kelor sebanyak 150 ml per hari selama 7 hari disertai terapi antihipertensi, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima terapi antihipertensi. Data dianalisis menggunakan uji Paired t-test dan Mann-Whitney U test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami penurunan tekanan darah yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi, rata-rata sistolik menurun dari 160 mmHg menjadi 149,07 mmHg dan tekanan darah diastolik menurun dari 95,00 mmHg menjadi 85,93 mmHg. Sementara itu, pada kelompok kontrol rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 160,67 mmHg menjadi 156,31 mmHg, dan rata-rata tekanan darah diastolik menurun dari 99,27 mmHg menjadi 95,47 mmHg. Analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah (p<0,05). Kesimpulannya, pemberian rebusan daun kelor efektif membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat digunakan sebagai terapi komplementer bersama obat antihipertensi. Pemanfaatan daun kelor sebagai terapi nonfarmakologis yang mudah diperoleh, aman, dan terjangkau perlu didukung oleh masyarakat dan tenaga kesehatan serta ditindaklanjuti melalui penelitian dengan cakupan sampel yang lebih luas.
Informasi Item
| Item Type | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords | Hipertensi, Daun Kelor, Tekanan Darah |
| Subjects | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions | Faculty of Health Sciences > Departement of Nursing S1 |
| Date Deposited | 07 Sep 2026 03:27 |
| Last Modified | 07 Sep 2026 03:27 |
| URI | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/20489 |
