ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. H MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK BERKAH PRIMA MEDIKA
Rohmatin, Alfina (2026) ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. H MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK BERKAH PRIMA MEDIKA. D3 thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
SURAT UNGGAH KARYA ILMIAH.pdf
Download (118kB)
HALAMAN DEPAN.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (227kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (680kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (655kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (203kB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (116kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (236kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
SKRIPSI FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan ibu hamil merupakan salah satu aspek penting untuk diperhatikan sepanjang masa kehamilan, karena dapat terjadi komplikasi yang tidak diharapkan, sehingga perlu adanya pengawasan. Kesehatan ibu dan anak salah satu indikator yang menjadi tolak ukur pembangunan kesehatan di suatu negara. Ibu dan anak merupakan anggota keluarga yang perlu mendapatkan prioritas dalam penyelenggaraan upaya kesehatan, karena ibu dan anak merupakan kelompok rentan. Pada pengawasan ibu hamil dibutuhkan adanya hubungan dan komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan ibu hamil tersebut terutama mengenai kondisi atau komplikasi kehamilannya terkait kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan melalui pemberian asuhan kehamilan yang berkualitas (Kemenkes, 2018)
Dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan tentang penghargaan terhadap perjuangan ibu hamil dan melahirkan, sekaligus mengingatkan untuk menjaga kesejahteraanya karena masa hamil dan melahirkan penuh resiko dan kelelahan. QS. Al-Ahqof : 15 yang berbunyi
وَوَصَّيْنَ ا ا لْنْْسَانَ بوَا لدَيْ ه ا حْسَانً ا حَمَلَتْه ا مُّ ه ك رْهًا وَّوَضَعَتهْ ك رْهً ا وَحَمْل ه وَِٰ فصل ه ِٰثلَث وْ نَ شَهْرً ا ِٰحَّت ى
ا ذاَ بلََ غَ ا شَد هَّ وَبلََ غَ ارَْب عَيْ نَ سَنَ ةًً قَالَ رَ ' ب اوَْ زعْن يْ انَْ اشَْك رَ ن عْمَتكََ التَّ يْ انَْعمَْتَ عَلَ يَّ وَ ِٰعَلى وَا لديََّ وَانَْ ١٥ اعَْمَلَ صَا لحًا
تِٰرَْضى ه وَاصَْ ل حْ ليْ فيْ ذ ِ 'ريَّ ت يْ ا ن ' يْ ت بْ ت الَيْكَ وَ ا ن ' يْ منَ الْ مسْ ل ميْنَ
1
Artinya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.
Pada tahun 2023 bedasarkan Rencana RPJMN target cakupan kunjungan ANC adalah 92%. Cakupan K1 mencapai 63,8% sedangkan pada K4 yaitu
71,0%, begitu pula dengan cakupan pelayanan K6 hanya mencapai angka 74,4% angka ini masih jauh dari target yang telah ditetapkan (WHO, 2023).
Profil Kemenkes RI (2025) pada pelayanan kesehatan ibu hamil pada K4
85,6%, cakupan K6 75,64% hal ini belum mencapai taget RPJMN sebesar 90%. merupakan salah satu indikator untuk menilai derajat kesehatan masyarakat karena sensivitasnya terhadap perbaikan pelayanan kesehatan baik dari sisi aksesibilitas maupun kualitas (Kementerian Kesehatan RI, 2025). Penilaian terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai target RPJMN 90% pada tahun 2023 dapat dilihat dari cakupan K4 di Jawa Timur adalah 87%, cakupan K6 di Jawa Timur yaitu 78,3%. Di Kabupaten Ponorogo kunjungan antenatalcare dengan target RPJMN 90 % pada tahun 2023, yaitu pada K1 sebanyak 76,5%, K4 sebanyak 79,2 %, dan K6 sebanyak 57,3 % (Dinkes Kabupaten Ponorogo, 2023)
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kunjungan antenatal pada ibu hamil yaitu faktor presdisposing (meliputi umur ibu, paritas, jarak kelahiran, pendidikan, pengetahuan dan sikap), faktor enabling (meliputi pekerjaan, ekonomi keluarga, biaya, waktu, ketersediaan pelayanan dan jarak) dan faktor kebutuhan yang meliputi riwayat penyakit, keluhan, persepsi sehat, kondis ibu, rencana pengobatatan dan kadar Hb (Kemenkes, 2024). Cakupan K1, K4 dan K6 yang rendah mencerminkan ketidakmampuan dalam mendeteksi faktor risiko kehamilan sejak awal, yang berujung pada terlambatnya penanganan. Hal ini seringkali disebabkan oleh kuranganya pengetahuan, terbatasnya akses ke layanan kesehatan maternal, keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya kehamilan, dan keterlambatan saat mencapai fasilitas kesehatan (Kemenkes, 2023)
Pelayanan ANC yang kurang baik dan tidak terlaksana secara berkualitas akan mengakibatkan rendahnya pemantauan terhadap kesehatan ibu hamil sehingga menggangu kesehatan selama kehamilan tidak dapat terdeteksi secera dini akibatnya ibu hamil terlambat mendapatkan asuhan kehamilan secara tepat sesuai masalah yang dialami, menyebabkan nyawa ibu dan janin terancam serta resiko tinggi kehamilan dan komplikasi selaman kehamilan tidak diketahui secara dini (WHO, 2023). Dampak yang terjadi bila tidak melakukan ANC yaitu dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu hamil yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani dengan baik sehingga dapat menyebabkan kematian yang berkontribusi terhadap peningkatan AKI.
Untuk menertibkan kunjungan ANC Kementrian Kesehatan
menyiapkan langkah strategis yakni, pertama pencatatan akurat setiap kematian ibu dan bayi wajib dilaporkan lengkap beserta penyebabnya, Kedua registrasi diperkuat hingga tingkat kabupatenn, Ketiga perbaikan layanan rumah sakit fokus pada pengendalian, penanganan dan tata kelola persalinan resiko tinggi, Keempat sistem rujukan terintegritas persalinan normal ditangani bidan dan pukesmas, sementara kasus berisiko tinggi dirujuk lebih dini ke rumah sakit, Kelima penguatan kompetensi tenaga kesehatan untuk menjaga standar layanan, Keenam peningkatan standar pemeriksaan kehamilan ANC jumlah pemeriksaan antenatal care 6 kali. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi adanya komplikasi terhadap ibu dan bayi maka diperlukan tindakan Continuity of Care. ANC merupakan serangkaian pemeriksaan dan pengawasan kehamilan yang bertujuan untuk memaksimalkan kesehatan fisik dan mental ibu hamil. Melalui ANC ibu hamil dipersiapkan menghadapi proses persalinan, masa nifas, persiapan pemberian ASI, dan pemulihan kesehatan reproduksi dengan wajar. Kunjungan ANC sedikitnya dilakukan 6 kali kunjungan yaitu dirincikan 2 kali pada Trimester I, sekali di Trimester II, serta 3 kali pada Trimester III. Paling sedikit 2 kali pemeriksaan dilakukan oleh dokter ketika kunjungan 1 pada Trimester I dan ketika kunjungan ke 5 di Trimester III.
Upaya yang dilakukan peneliti mendukung program pemerintah adalah melakukan Continuity of Care, pendampingan kepada ibu hamil dilakukan mulai dari TM III (36-40 minggu) sampai dengan KB. Peneliti melakukan pendampingan, pemeriksaan, dan memberikan edukasi kepada ibu hamil melalui pertemuan secara langsung maupun melalui media sosial, upaya ini
dilakukan untuk mengetahui secara dini kemungkinan komplikasi yang ada pada ibu untuk melakukan rujukan secara tepat.
Berdasarkan masalah diatas peneili tertarik untuk melakukan asuhan Continuty of Care. Mulai dari masa hamil di Trimester III usia kehamilan (36-40 minggu). Persalinan, nifas, bayi baru lahir Neonatus, dan keluarga berencana untuk laporan penyusunan proposal ini dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan didokumentasikan dengan menggunakan pendekatan secara Continuty of Care.
| Dosen Pembimbing: | Aida Ratna, Wijayanti and Ririn, Ratnasari and rohmatinn, alfinaa | 0708098605, 0708098605, UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (D3) |
| Subjects: | R Medicine > RG Midwifery |
| Divisions: | Faculty of Health Sciences > Department of Midwifery |
| Depositing User: | Alfina Rohmatin |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 01:28 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 01:28 |
| URI: | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/21098 |
