PENERAPAN MANAJEMEN HIPERTERMIA (KOMPRES HANGAT) PADA PASIEN ANAK TYPHOID FEVER DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERTERMIA DI PUSKESMAS PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN
Berkas Tugas Akhir
1. Surat Persetujuan Unggah Karya Ilmiah.pdf
4. BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only
5. BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only
6. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
7. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
8. BAB 6.pdf
Restricted to Repository staff only
10. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
11. KIA FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only
Abstract
ABSTRAK
PENERAPAN MANAJEMEN HIPERTERMIA (KOMPRES HANGAT) PADA PASIEN ANAK TYPHOID FEVER DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERTERMIA
(Di Puskesmas Plaosan Kabupaten Magetan)
Oleh : Seftiana Arfian
Typhoid fever merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella typhi dengan manifestasi klinis utama berupa hipertermia. Hipertermia yang tidak segera ditangani dapat meningkatkan kebutuhan metabolisme, menyebabkan ketidaknyamanan, serta memperburuk kondisi pasien. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah kompres hangat sebagai bagian dari manajemen hipertermia. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien typhoid fever dengan masalah keperawatan hipertermia melalui penerapan manajemen hipertermia (kompres hangat) di Puskesmas Plaosan Kabupaten Magetan.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi keperawatan dilaksanakan selama lima hari meliputi pemantauan suhu tubuh dan tanda-tanda vital, pemberian cairan oral sesuai kondisi pasien, menciptakan lingkungan yang sejuk, edukasi kepada keluarga, kolaborasi pemberian terapi cairan, elektrolit, dan antipiretik, serta penerapan kompres hangat pada area aksila menggunakan air bersuhu 30–40°C selama ±15 menit sesuai Standar Operasional Prosedur.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien setelah dilakukan intervensi keperawatan. Suhu tubuh menurun hingga mendekati rentang normal, kulit tidak lagi teraba terlalu panas, wajah tampak lebih segar, pasien merasa lebih nyaman, nafsu makan mulai membaik, dan kondisi umum pasien menunjukkan perbaikan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, masalah keperawatan hipertermia dinyatakan teratasi.
Penerapan manajemen hipertermia melalui kompres hangat yang dikombinasikan dengan pemantauan kondisi pasien, pemberian cairan, edukasi, serta kolaborasi terapi medis efektif membantu mengatasi hipertermia pada pasien typhoid fever. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai salah satu tindakan keperawatan nonfarmakologis yang mendukung penatalaksanaan hipertermia di pelayanan kesehatan primer.
Kata kunci: Typhoid Fever, Hipertermia, Kompres Hangat
Informasi Item
| Item Type | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords | Kata kunci: Typhoid Fever, Hipertermia, Kompres Hangat |
| Subjects | R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services |
| Divisions | Faculty of Health Sciences > Professional Nurse Program |
| Date Deposited | 05 Nov 2026 02:05 |
| Last Modified | 05 Nov 2026 02:05 |
| URI | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/21731 |
