Detail Tugas Akhir

PERAN PEMERINTAH KELURAHAN DALAM MENGURANGI TRADISI GRUBYUGAN SEBAGAI UPAYA MENEKAN PENGELUARAN BIAYA SOSIAL KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN BALEPANJANG

Sugeng Prayitno (2023) PERAN PEMERINTAH KELURAHAN DALAM MENGURANGI TRADISI GRUBYUGAN SEBAGAI UPAYA MENEKAN PENGELUARAN BIAYA SOSIAL KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN BALEPANJANG. 000456636.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text (SURAT PERSETUJUAN UNGGAH KARYA ILMIAH)
1. SURAT PERSETUJUAN UNGGAH KARYA ILMIAH.pdf
Baca PDF Ukuran File (429kB)
PDF
Text (HALAMAN DEPAN)
2. HALAMAN DEPAN.pdf
Baca PDF Ukuran File (2MB)
PDF
Text (DESKRIPSI HKI)
3. DESKRIPSI HKI.pdf
Baca PDF Ukuran File (1MB)
PDF
Text (HKI FULL TEXT)
4. HKI FULL TEXT.pdf
Baca PDF Ukuran File (6MB)
PDF
Text
5. SUGENG PRAYITNO sertifikat_EC00202323713.pdf
Baca PDF Ukuran File (2MB)

Abstract

Tradisi Grubyugan adalah salah satu tradisi dalam hajatan yang ada di Kelurahan Balepanjang yang mana besan (keluarga mempelai) mendatangi undangan ke rumah besan (keluarga mempelai lawan) dengan membawa serta rombongan orang dengan jumlah hingga 300 sampai 400 orang beserta iuran berupa uang dengan jumlah ditentukan dan dikumpulkan untuk disumbangkan kepada besan yang dituju, hal tersebut telah berjalan di masyarakat Kelurahan Balepanjang sejak tahun 1950an yang lalu namun seakan sulit dihilangkan karena tradisi tersebut merupakan salah satu adat kebiasaan sebagai wujud gotong royong dan kebersamaan ditengah masyarakat, akan tetapi situasi ahir ahir ini kondisi ekonomi masyarakat terganggu akibat barbagai masalah salah satunya dampak pandemi covid 19. Sehingga berat dirasakan oleh masyarakat apabila tradisi Grubyugan ini terus berlanjut dikarenakan jika dihitung secara ekonomi akan terjadi banyak beban biaya sosial kemasyarakatan yang harus di keluarkan sedangkan beban biaya hidup keluarga yang pokok juga harus dikeluarkan, sehingga terjadi banyak perdebatan dan perselisihan ditengah masyarakat antara yang setuju dan yang tidak setuju jika tradisi ini diteruskan.
Ditengah kondisi masyarakat yang setuju dan tidak setuju akan pelaksanaan Grubyugan yang tidak beraturan ini Pemerintah Kelurahan Balepanjang menginisiasi dan memfasilitasi untuk mengambil langkah sehingga muncul SKB Leren Grubyugan yang ditandatangani oleh Tokoh masyarakat, tokoh agama yang diketahui oleh Pemerintah Kelurahan Balepanjang serta menyusun Pokja Leren Grubyugan yang terdiri dari tokoh masyarakat.
Adapun isi dari SKB Leren Grubyugan ini antara lain :
1. Diperbolehkan Grubyugan hanya kepada Besan baru baik Grubyugan mantu manten ataupun Sepasaran manten
2. Tidak diperbolehkan Grubyugan yang kedua dan seterusnya.
3. Tidak diperbolehkan dalam pelaksanaan grubyugan menarik sumbangan yang memberatkan.
4. Tidak diperbolehkan Grubyugan kepada Saudara dekat, Famili, Pemitran.
5. Tidak diperbolehkan Grubyugan mantu Sepasaran bayi atau bayen

Informasi Item

Item Type Patent
Uncontrolled Keywords GRUBYUGAN
Subjects J Political Science > JA Political science (General)
Divisions Faculty of Social Science and Political Science
Date Deposited 14 Jun 2023 02:05
Last Modified 03 Aug 2023 03:30
URI https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/11623

Actions (login required)

View Item
View Item
Ada yang bisa kami bantu?