KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL DALAM RITUAL WISUDA WAROK PONOROGO : SUATU KAJIAN ETNOLINGUISTIK
Berkas Tugas Akhir
03 KOMUNIKASI POLITIK, DEMOKRASI DAN PEMILU - ARTIKEL.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Warok berasal dari kata wewarah yang artinya sugih wewarah filosofi tersebut
menunjukan seorang warok memiliki sebuah ilmu yang harus diajarkan kepada siapa saja
yang membutuhkan. Salah satu proses transfer ilmu tersebut ditandai dengan ritual wisuda
warok. Seorang yang telah di wisuda menjadi warok memiliki tangung jawab sosial
masyarakat yang tinggi karena perannya sebagai pelindung, pengayom dan menolong bagi
siapa saja yang membutuhkan. Dalam proses ritual wisuda tersebut terdapat komunikasi
verbal berupa mantra (Doa) pengukuhan disertai perlengkapan uborampe (nonverbal) sebagai
bagian syarat warok di wisuda. Penelitian ini mengungkap makna yang tersimpan dari ritual
wisuda warok dengan menelaah berdasarkan pendekatan etnolinguistik untuk mengetahui
makna yang terkandung dalam ritual wisuda warok.
Kata Kunci: Komunikasi Verbal-Nonverbal, Warok dan Etnolinguistik
Informasi Item
| Item Type | Article |
|---|---|
| Subjects | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions | Proceeding |
| Date Deposited | 13 Jun 2016 03:28 |
| Last Modified | 22 Jun 2016 03:16 |
| URI | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/2002 |
