ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. I MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK BERKAH PRIMA MEDIKA



Suharti, Suharti (2026) ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. I MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK BERKAH PRIMA MEDIKA. D3 thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Text (SURAT PERSETUJUAN UNGGAH KARYA)
surat persetujuan unggah karya.pdf

Download (163kB)
Text (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (902kB)
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (388kB)
Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (814kB)
Text (BAB IV)
BAB IV .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (437kB)
Text (BAB V)
BAB V .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (250kB)
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA .pdf

Download (496kB)
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
Text (LTA FULL)
23621728_SUHARTI_DIII KEBIDANAN (1) (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Pelayanan Continuity Of Care seharusnya didapatkan oleh ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus hingga keluarga berencana, namun pada kenyataannya belum semua ibu mendapatkan pelayanan kebidanan secara menyeluruh, berkesinambungan, dan berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan penerapan asuhan kebidanan Continuity Of Care agar pelayanan yang diberikan dapat berlangsung secara berkelanjutan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus hingga keluarga berencana. Untuk menunjang kemampuan dalam memberikan asuhan secara Continuity Of Care, maka perlu dipelajari konsep dan teori yang terkait meliputi asuhan kehamilan, asuhan persalinan, asuhan nifas, asuhan neonatus dan asuhan KB, menggunakan pendekatan manajemen kebidanan yang mengacu pada standar asuhan kebidanan yang tertuang dalam KEMENKES RI No.938/Menkes/SK/VIII/2007. Untuk menunjang kemampuan dalam memberikan asuhan secara Continuity Of Care, perlu dipelajari konsep dan teori yang berkaitan dengan asuhan kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan keluarga berencana menggunakan pendekatan manajemen kebidanan serta pendokumentasian SOAP sesuai standar pelayanan kebidanan.
Pemberian asuhan kebidanan pada Ny. I usia 32 tahun dilakukan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, neonatus hingga keluarga berencana di Klinik Berkah Prima Medika Ponorogo pada periode 1 Januari sampai dengan 23 Februari 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Asuhan antenatal care (ANC) dilakukan sebanyak 2 kali kunjungan, asuhan intranatal care (INC) dilakukan 1 kali persalinan, masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali kunjungan, dan bayi baru lahir dilakukan sebanyak 3 kali kunjungan.
Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. I merupakan G2P1A0 dengan usia kehamilan aterm dan termasuk dalam kelompok kehamilan risiko rendah berdasarkan skor KSPR 2. Selama masa kehamilan ibu mengalami ketidaknyamanan berupa kurang istirahat dan sering buang air kecil yang masih termasuk kondisi fisiologis dan telah diberikan asuhan sesuai kebutuhan. Persalinan berlangsung pada usia kehamilan 39 minggu secara normal spontan tanpa komplikasi. Bayi lahir spontan pada tanggal 13 Januari 2026 pukul 07.10 WIB, segera menangis kuat, berjenis kelamin laki-laki, dengan berat badan lahir 3365 gram dan panjang badan 49,7 cm serta tidak ditemukan kelainan kongenital.
Pada kunjungan neonatal 1 (KN 1), kondisi bayi dalam keadaan baik. Pada kunjungan neonatal 2 (KN 2) terdapat keluhan berupa milia pada bagian hidung serta wajah bayi tampak sedikit menguning (ikterus fisiologis). Selanjutnya pada kunjungan neonatal 3 (KN 3), bayi sudah berada dalam keadaan fisiologis dengan tanda-tanda vital dalam batas normal, hasil pemeriksaan fisik menunjukkan milia sudah hilang dan warna kulit bayi kembali merah muda (normal). Bayi mendapatkan asuhan neonatus sesuai standar melalui KN1, KN2, dan KN3, memperoleh ASI eksklusif, serta menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai usia. Pada usia 24 hari berat badan bayi meningkat menjadi 4000 gram, panjang badan 50 cm, lingkar kepala 35 cm, dan lingkar dada 37 cm.
Masa nifas berlangsung fisiologis dengan keluhan nyeri perut, nyeri jalan lahir, dan puting susu lecet yang dapat teratasi setelah diberikan edukasi, konseling, dan asuhan kebidanan yang sesuai. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih metode kontrasepsi kondom karena sesuai dengan kondisi dan kebutuhan ibu.
Secara keseluruhan, Ny. I selama masa kehamilan termasuk kelompok risiko rendah, persalinan berlangsung normal, masa nifas berjalan fisiologis, kondisi neonatus normal, dan pelayanan keluarga berencana dapat terlaksana dengan baik. Penerapan asuhan kebidanan secara Continuity Of Care dapat membantu dalam pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara berkelanjutan sehingga masalah dan komplikasi dapat dideteksi serta ditangani sedini mungkin untuk mencapai derajat kesehatan ibu dan bayi yang optimal.

Dosen Pembimbing: Fetty, Rosyadia Wachdin and Ririn, Ratnasari | 0712069102, 0705098502
Item Type: Thesis (D3)
Uncontrolled Keywords: Asuhan kebidanan, continuity of care, kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, keluarga berencana
Subjects: R Medicine > RG Midwifery
Divisions: Faculty of Health Sciences > Department of Midwifery
Depositing User: Suharti Suharti
Date Deposited: 23 Sep 2026 01:26
Last Modified: 23 Sep 2026 01:26
URI: https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/20711

Actions (login required)

View Item
View Item