PENERAPAN INTRINSIC FOOT MUSCLE TRAINING TERHADAP KEKUATAN OTOT LANSIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RISIKO JATUH DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MAGETAN
Ramadhan, Alvin naghiirwa (2026) PENERAPAN INTRINSIC FOOT MUSCLE TRAINING TERHADAP KEKUATAN OTOT LANSIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RISIKO JATUH DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MAGETAN. S1 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMDIYAH PONOROGO.
SURAT PERSETUJUAN UNGGAH KARYA.pdf
Download (91kB)
HALAMAN DEPAN.pdf
Download (1MB)
BAB 1.pdf
Download (235kB)
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (532kB)
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (245kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (443kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (263kB)
BAB 6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
DAFTAR PUSAKA.pdf
Download (206kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
KARYA ILMIAH AKHIR NERS_FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Proses
penuaan dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot,
keseimbangan, dan kemampuan mobilitas yang meningkatkan risiko jatuh pada
lansia. Kondisi tersebut dapat semakin berat pada lansia dengan riwayat stroke yang
mengalami kelemahan ekstremitas. Intrinsic Foot Muscle Training (IFMT)
merupakan latihan yang berfokus pada penguatan otot intrinsik kaki untuk
mendukung stabilitas postural, keseimbangan, dan mobilitas fungsional. Tujuan
penerapan ini menganalisis penerapan IFMT terhadap kekuatan otot lansia dengan
masalah keperawatan risiko jatuh.
Karya ilmiah ini menggunakan metode laporan kasus dengan pendekatan
proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi,
dan evaluasi. Subjek merupakan seorang lansia, Tn. K, berusia 65 tahun dengan
riwayat stroke dan kelemahan ekstremitas kiri. Intervensi IFMT diberikan selama 3
minggu dengan frekuensi 3 kali setiap minggu, meliputi short-foot exercise, towel
curl exercise, dan marble pick-up. Evaluasi dilakukan menggunakan pemeriksaan
kekuatan otot, Berg Balance Scale (BBS), dan Timed Up and Go (TUG) serta
dokumentasi SOAP
Penerapan IFMT dilaksanakan bertahap selama 3 minggu dan dievaluasi
tiap minggu. Kekuatan otot ekstremitas kiri meningkat dari 4 menjadi 5, sejalan
dengan skor BBS yang naik dari 35 menjadi 50 sehingga kategori risiko jatuh
berubah dari sedang menjadi rendah. Waktu TUG turun signifikan dari 37 menjadi
18 detik, namun tetap berada di atas ambang aman sehingga masih berisiko tinggi.
Perbedaan ini wajar terjadi karena BBS menilai keseimbangan statis-dinamis tanpa
batasan waktu, sedangkan TUG menilai kecepatan mobilitas fungsional
menyeluruh yang membutuhkan waktu pemulihan lebih panjang. Secara subjektif,
pasien merasa berjalan lebih ringan dan tidak lagi takut jatuh.
Penerapan IFMT yang disertai edukasi pencegahan jatuh menunjukkan hasil
positif terhadap peningkatan kekuatan otot dan keseimbangan pada lansia dengan
risiko jatuh. Namun, peningkatan kekuatan otot belum sepenuhnya diikuti
pemulihan mobilitas fungsional, sehingga latihan perlu dilakukan secara
berkelanjutan dengan memperhatikan keseimbangan, mobilitas, dan kekakuan
ekstremitas dan pendampingan oleh petugas PSTW juga di butuhkan karena untuk
keamanan lansia dengan risiko jatuh.
Kata Kunci: lansia, intrinsic foot muscle training, kekuatan otot, risiko jatuh,
Berg Balance Scale, Timed Up and Go.
| Dosen Pembimbing: | Mashudi, Sugeng and Alvin, 075_ | 0731038002, UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | lansia, intrinsic foot muscle training, kekuatan otot, risiko jatuh, Berg Balance Scale, Timed Up and Go. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Health Sciences |
| Depositing User: | Alvin naghiirwa ramadhan |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 06:09 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 06:09 |
| URI: | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/20906 |
