PERLINDUNGAN HUKUM FRANCHISEE UMKM DALAM PRAKTIK WARALABA USAHA MAKANAN DAN MINUMAN (F&B): ANALISIS KEADILAN KONTRAKTUAL DAN KEBERLANJUTAN USAHA DI KABUPATEN PONOROGO
Berkas Tugas Akhir
surat persetujuan unggah karya.pdf
03_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only
04_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only
05_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only
06_BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only
08_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
09_Skripsi_Full_Text (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Abstract
Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum bagi franchisee UMKM dalam praktik waralaba F&B di Kabupaten Ponorogo serta menganalisis keadilan kontraktual dan implikasinya terhadap keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi beberapa franchisee di Kabupaten Ponorogo.
Temuan di lapangan memperlihatkan bahwa hak-hak hukum franchisee UMKM masih jauh dari memadai. Pada tahap pencegahan, perjanjian waralaba yang digunakan masih berupa kontrak baku, padahal PP Nomor 35 Tahun 2024 mengharuskan adanya prospektus penawaran sebelum kerja sama disepakati. Sayangnya, Dinas Perdakum pun belum berperan banyak keterlibatannya baru sebatas membantu pengurusan NIB serta memberikan konsultasi yang sifatnya pasif, bukan pengawasan aktif. Ketika sengketa terjadi, penyelesaiannya cenderung mengandalkan musyawarah secara informal saja. Pendekatan ini terbukti kurang efektif, terutama karena posisi franchisee dalam bernegosiasi sangat lemah dibanding franchisor. Dari sisi keadilan kontraktual, setidaknya ada tiga persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Pertama, franchisee diwajibkan membeli bahan baku secara eksklusif dari franchisor, namun tanpa kejelasan mengenai struktur harganya. Kedua, tidak adanya klausul yang mengatur batas wilayah usaha menyebabkan mitra-mitra dalam satu jaringan justru saling bersaing dan merebut pasar yang sama. Ketiga, berbagai kewajiban dalam perjanjian bersifat kaku dan tidak mempertimbangkan kondisi riil usaha franchisee di lapangan.
Kondisi ini berdampak pada keterlambatan balik modal dan terancamnya keberlanjutan usaha franchisee UMKM. Penelitian ini merekomendasikan penguatan peran Dinas Perdakum, perbaikan substansi perjanjian oleh franchisor, dan peningkatan literasi hukum franchisee UMKM guna mewujudkan ekosistem waralaba yang berkeadilan di Kabupaten Ponorogo.
Informasi Item
| Item Type | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords | Franchisee, UMKM, Waralaba, Perlindungan Hukum, Keadilan Kontraktual |
| Subjects | K Law > K Law (General) |
| Divisions | Faculty of Laws |
| Date Deposited | 05 Oct 2026 02:52 |
| Last Modified | 05 Oct 2026 02:52 |
| URI | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/21318 |
