POLA ASUH DEMOKRATIS DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN HIDAYATULLAH DARUL MADINAH MADIUN )
ANTIRA, WULAN (2025) POLA ASUH DEMOKRATIS DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN HIDAYATULLAH DARUL MADINAH MADIUN ). S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Surat Persetujuan Unggah Karya Ilmiah.pdf
Download (92kB)
Halaman Depan .pdf
Download (798kB)
BAB I.pdf
Download (334kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (723kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (302kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (997kB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (269kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (400kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
FULL TEKS SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Kata Kunci: Pola Kepengasuhan, Assertive Training, Motivasi Belajar, Pesantren,
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pola kepengasuhan melalui teknik assertive training serta penerapannya dalam meningkatkan motivasi belajar santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Madinah Madiun. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran musyrif sebagai pendamping santri dalam masa adaptasi awal yang penuh tantangan, khususnya dalam hal penyesuaian diri terhadap lingkungan baru yang jauh dari orang tua, sis-tem yang ketat, serta rutinitas pesantren yang menuntut kedisiplinan dan ke-mandirian. Penurunan motivasi belajar yang kerap dialami santri baru menjadi per-hatian khusus, sehingga diperlukan pendekatan pengasuhan yang lebih komu-nikatif dan humanis.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi ter-hadap kepala kepengasuhan, ketua yayasan, pembina asrama, serta para santri. An-alisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kepengasuhan berbasis assertive training memberikan ruang bagi santri untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara tepat, jujur, dan sopan. Musyrif bertindak sebagai fasilitator, bukan hanya pengawas, yang mendorong komunikasi dua arah dalam pengasuhan. Teknik ini diterapkan melalui forum diskusi, permainan peran, dialog reflektif, dan penguatan positif, yang mendorong keterbukaan dan rasa percaya diri santri. Pen-dekatan ini mampu membangun hubungan emosional yang kuat antara santri dan pengasuh, menciptakan lingkungan belajar yang suportif, serta meningkatkan mo-tivasi belajar santri secara signifikan.
Kesimpulannya, teknik assertive training menjadi strategi pengasuhan yang efektif dan kontekstual dalam menjawab kebutuhan santri era kini, sekaligus selaras dengan nilai-nilai keislaman dan prinsip pendidikan karakter yang ditanamkan di pesantren. Teknik ini terbukti mampu menjadi alternatif pengasu-han yang lebih humanis, adaptif, dan membangun kemandirian emosional santri.
| Dosen Pembimbing: | AFIFUL, IKHWAN and LILIS, SUMARYANTI | 2122028801, 0712058601 |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Pola Kepengasuhan, Assertive Training, Motivasi Belajar, Pesantren |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Faculty of Islamic Studies |
| Depositing User: | Wulan Antira Putri |
| Date Deposited: | 04 Nov 2025 03:14 |
| Last Modified: | 04 Nov 2025 03:14 |
| URI: | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/17670 |
