PENERAPAN PIJAT BAYI PADA NEONATUS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN IKTERIK NEONATUS



Kurniati, Wiwik (2026) PENERAPAN PIJAT BAYI PADA NEONATUS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN IKTERIK NEONATUS. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Text (SURAT PERSETUJUAN UNGGAH KARYA ILMIAH)
persetujuan unggah karya wiwik.pdf

Download (155kB)
Text (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (881kB)
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (226kB)
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (682kB)
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (247kB)
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (444kB)
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (262kB)
Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (183kB)
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (207kB)
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Text (KIAN FULL DRAFT)
KIAN FULL DRAFT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Ikterik neonatus merupakan kondisi klinis pada bayi baru lahir yang ditandai dengan pewarnaan kuning pada kulit dan sklera akibat peningkatan kadar bilirubin serum. Pijat bayi diketahui dapat meningkatkan motilitas usus dan frekuensi defekasi untuk mempercepat ekskresi bilirubin. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan pada neonatus dengan ikterik neonatus.
Asuhan Keperawatan pada neonatus dengan masalah keperawatan ikterik neonatus dilakukan di RSUD dr. Sayidimaman Magetan Kabupaten Magetan selama 5 hari kegiatan pada bulan Oktober 2025. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan proses keperawatan.
Hasil pengkajian, ditemukan bayi tampak ikterik dengan hasil laboratorium: Bilirubin Total 18,43 mg/dL, Bilirubin Direk 0,56 mg/dL, dan Bilirubin Indirek 17,87 mg/dL. Diagnosis yang ditegakkan adalah ikterik neonatus yang berhubungan dengan usia bayi kurang dari 7 hari. Implementasi utama yang diberikan adalah pijat bayi sebagai terapi komplementer di samping terapi standar. Setelah 5 hari intervensi, hasil evaluasi menunjukkan perbaikan signifikan: keadaan umum baik, sklera dan mukosa tidak kuning, kulit area wajah dan badan tidak kuning (Kramer 0). Hasil laboratorium akhir menunjukkan penurunan kadar Bilirubin Total menjadi 9,01 mg/dL.
Asuhan keperawatan pada neonatus yang mendapatkan intervensi pijat bayi efektif sebagai intervensi non-farmakologi dalam membantu menurunkan kadar bilirubin pada neonatus. Perawat disarankan untuk menerapkan teknik ini secara konsisten sebagai bagian dari pemeliharaan suportif pada bayi dengan hiperbilirubinemia.

Dosen Pembimbing: Ernawati, Hery | 07111117901
Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Ikterik Neonatus, Pijat Bayi, Hiperbilirubinemia
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Health Sciences
Depositing User: fik . userfik
Date Deposited: 25 Jun 2026 04:12
Last Modified: 25 Jun 2026 04:12
URI: https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/19438

Actions (login required)

View Item
View Item