PENGARUH FOMO, SOCIAL MEDIA INFLUENCE DAN PERCEIVED RISK TERHADAP CONSUMER AWARENESS PADA KOSMETIK VIRAL YANG MENGANDUNG BAHAN BERISIKO



Fama Sari, Diah Ayu (2026) PENGARUH FOMO, SOCIAL MEDIA INFLUENCE DAN PERCEIVED RISK TERHADAP CONSUMER AWARENESS PADA KOSMETIK VIRAL YANG MENGANDUNG BAHAN BERISIKO. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Text (SURAT PERSETUJUAN UNGGAH KARYA)
SURAT PERSETUJUAN UNGGAH KARYA ILMIAH.pdf

Download (326kB)
Text (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (836kB)
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (328kB)
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (434kB)
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (392kB)
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (681kB)
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (276kB)
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (258kB)
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Text (SKRIPSI FULL)
DRAFT SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

FOMO berarti rasa takut tertinggal tren atau informasi yang sedang populer, Social Media Influence menggambarkan sejauh mana media sosial membentuk perhatian dan sikap konsumen, sedangkan Perceived Risk menunjukkan tingkat risiko yang dirasakan konsumen terhadap keamanan produk yang digunakan. Perkembangan media sosial mendorong munculnya berbagai produk kosmetik viral yang cepat menarik perhatian konsumen, khususnya Generasi Z. Namun, sebagian produk tersebut diketahui mengandung bahan berisiko yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Kondisi ini menuntut adanya consumer awareness agar konsumen mampu mengenali dan mengevaluasi keamanan produk sebelum digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh FOMO, Social Media Influence, dan Perceived Risk terhadap Consumer Awareness pada kosmetik viral yang mengandung bahan berisiko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada Generasi Z yang mengetahui atau pernah melihat kosmetik viral. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Consumer Awareness, yang berarti semakin tinggi FOMO, semakin rendah kesadaran konsumen terhadap keamanan kosmetik viral. Sebaliknya, Social Media Influence dan Perceived Risk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Consumer Awareness. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap Consumer Awareness. Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran konsumen dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan persepsi risiko terhadap keamanan produk. Penelitian ini memberikan implikasi bagi konsumen agar lebih berhati-hati dalam mengikuti tren kosmetik viral serta bagi pelaku usaha untuk meningkatkan edukasi mengenai keamanan produk.
Kata Kunci: FOMO, Social Media Influence, Perceived Risk, Consumer Awareness, Kosmetik Viral.

Dosen Pembimbing: Heri, Wijayanto and La Ode, Sugianto | 0857752653130142, 2337745646130133
Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: FOMO, Social Media Influence, Perceived Risk, Consumer Awareness, Kosmetik Viral.
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce
Divisions: Faculty of Economic > Department of Management
Depositing User: Diah Ayu Fama Sari
Date Deposited: 24 Jul 2026 01:52
Last Modified: 24 Jul 2026 04:13
URI: https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/19600

Actions (login required)

View Item
View Item