STRATEGI ADAPTASI EKONOMI MASYARAKAT LOKAL PASCA PEMBANGUNAN WISATA MONUMEN DAN MUSEUM PERADABAN REOG PONOROGO DALAM MEMANFAATKAN PELUANG KERJA DI KECAMATAN SAMPUNG KABUPATEN PONOROGO
AZIZAH, KHOLIFATUL NUR (2026) STRATEGI ADAPTASI EKONOMI MASYARAKAT LOKAL PASCA PEMBANGUNAN WISATA MONUMEN DAN MUSEUM PERADABAN REOG PONOROGO DALAM MEMANFAATKAN PELUANG KERJA DI KECAMATAN SAMPUNG KABUPATEN PONOROGO. S1 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO.
SURAT PERSETUJUAN UNGGAH KARYA ILMIAH.pdf
Download (175kB)
HALAMAN DEPAN.pdf
Download (742kB)
BAB I.pdf
Download (445kB)
BAB II .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (696kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (407kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (140kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (197kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
SKRIPSI FULL TEXT .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Pembangunan Monumen dan Museum Peradaban Reog Ponorogo di Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu bentuk pengembangan pariwisata berbasis budaya yang telah memberikan perubahan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Perubahan tersebut mendorong masyarakat untuk melakukan berbagai bentuk adaptasi ekonomi dalam menghadapi pergeseran mata pencaharian. Peluang ekonomi yang berkembang melalui sektor pariwisata juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mempertahankan dan meningkatkan pendapatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi adaptasi ekonomi yang dilakukan masyarakat setempat setelah pembangunan Monumen dan Museum Peradaban Reog Ponorogo. Penelitian ini juga mengidentifikasi lapangan kerja lokal yang terbentuk serta mengkaji pemanfaatan peluang ekonomi oleh masyarakat sebagai bagian dari strategi adaptasi ekonomi. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara serta tinjauan dokumen. Informasi penelitian diperoleh dari pejabat setempat serta pemerintah Kecamatan Sampung. Narasumber juga berasal dari pejabat desa serta kelompok masyarakat. Pengusaha dan seniman Reog serta penduduk setempat yang terlibat dalam kegiatan pariwisata turut menjadi sumber informasi dalam penelitian ini. Analisis penelitian menggunakan konsep kapasitas adaptif dan ketahanan masyarakat yang dikemukakan oleh Clark Nyaupane dan Xiao (2024). Konsep kewirausahaan berbasis pariwisata dari Balaguer dan Cantavella-Jordá (2002) juga digunakan sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Sampung telah melakukan berbagai strategi adaptasi ekonomi. Masyarakat melakukan diversifikasi mata pencaharian serta mengembangkan kegiatan ekonomi baru. Keterampilan juga ditingkatkan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan sektor pariwisata. Peluang ekonomi yang muncul setelah pembangunan Monumen dan Museum Peradaban Reog Ponorogo telah dimanfaatkan oleh masyarakat melalui berbagai kegiatan usaha. Berbagai jenis kegiatan ekonomi baru telah berkembang di sekitar kawasan wisata. Usaha kuliner dan ritel telah dijalankan oleh masyarakat setempat. Jasa parkir juga disediakan untuk mendukung kebutuhan wisatawan. Infrastruktur pariwisata mulai dikembangkan oleh pelaku usaha dan masyarakat. Usaha kecil berbasis masyarakat turut tumbuh di kawasan tersebut. Seniman Reog juga dilibatkan dalam pertunjukan budaya sebagai bagian dari aktivitas pariwisata. Masyarakat memanfaatkan peluang ekonomi tersebut melalui pendirian usaha dan diversifikasi sumber pendapatan. Produk yang ditawarkan juga dikembangkan mengikuti kebutuhan wisatawan. Pelaku usaha melakukan inovasi agar kegiatan ekonomi mereka tetap sesuai dengan perkembangan kawasan wisata. Proses adaptasi ekonomi yang dilakukan masyarakat masih menghadapi berbagai kendala. Keterbatasan modal masih dirasakan oleh sebagian masyarakat. Kapasitas kewirausahaan juga perlu ditingkatkan. Keterampilan masyarakat dalam mengelola kegiatan usaha masih membutuhkan pengembangan. Infrastruktur pariwisata yang tersedia juga masih perlu diperbaiki agar kegiatan wisata dapat berkembang secara optimal. Pengembangan pariwisata di sekitar Monumen dan Museum Peradaban Reog Ponorogo telah mendorong masyarakat Sampung untuk melakukan adaptasi ekonomi melalui berbagai bentuk partisipasi. Pemerintah perlu memberikan dukungan yang lebih kuat dalam pengembangan kapasitas masyarakat. Pemberdayaan ekonomi lokal juga perlu diperkuat agar peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan pariwisata dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kecamatan Sampung.
Kata Kunci: Strategi Adaptasi Ekonomi, Masyarakat Lokal, Wisata Monumen dan Museum Peradaban Reog Ponorogo, Peluang Ekonomi Lokal, Pariwisata Berbasis Masyarakat.
| Dosen Pembimbing: | Ekapti, Wahyuni DJ and Khoirurrosyidin, Khoirurrosyidin and Nurazizah, Kholifatul | 0722126101, 0705057501, UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (S1) |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Strategi Adaptasi Ekonomi, Masyarakat Lokal, Wisata Monumen dan Museum Peradaban Reog Ponorogo, Peluang Ekonomi Lokal, Pariwisata Berbasis Masyarakat. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Faculty of Social Science and Political Science > Department of Government Science |
| Depositing User: | KHOLIFATUL NUR AZIZAH |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 04:04 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 04:04 |
| URI: | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/20674 |
