MEMBANGUN BUDAYA TOLERANSI: STUDI KASUS GERAKAN ANTI-PERUNDUNGAN DI SMP NEGERI 6 PONOROGO
Berkas Tugas Akhir
SURAT PERSETUJUAN UNGGAH KARYA.pdf
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
TESIS FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only
Abstract
ABSTRAK
Indarwati. Membangun Budaya Toleransi: Studi Kasus Gerakan Anti-Perundungan Di SMP Negeri 6 Ponorogo. Program Pascasarjana Program Studi Pedagogi. Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Pembimbing 1. Dr. Sulton, M.Si 2. Dr. Sutrisno, S.Pd., M.Pd.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun budaya toleransi sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan. Budaya anti-perundungan tidak hanya berkaitan dengan pencegahan perilaku negatif, tetapi juga dengan pembentukan nilai toleransi, empati, kepedulian, dan saling menghormati dalam kehidupan warga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pembangunan budaya anti-perundungan dalam kehidupan warga sekolah; (2) praktik sosial warga sekolah dalam menginterpretasikan nilai-nilai toleransi sebagai bagian dari budaya anti-perundungan; dan (3) proses internalisasi budaya anti-perundungan sehingga menjadi budaya sekolah yang berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SMP Negeri 6 Ponorogo. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan pihak terkait dalam pelaksanaan budaya anti-perundungan. Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan peneliti sebagai instrumen utama penelitian yang didukung pedoman wawancara, pedoman observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan budaya anti-perundungan dilakukan melalui integrasi artefak, nilai yang dianut, dan asumsi dasar, yang diperkuat dengan pembiasaan, keteladanan guru, serta hubungan harmonis antarwarga sekolah. Praktik sosial toleransi diwujudkan melalui budaya 5S, pembelajaran kelompok, kegiatan keagamaan, P5, OSIS, ekstrakurikuler, layanan BK, serta pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Agama. Internalisasi budaya anti-perundungan berlangsung melalui tiga tahap, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai, hingga nilai menjadi kebiasaan dan bagian dari budaya sekolah. Disimpulkan bahwa budaya anti-perundungan di SMP Negeri 6 Ponorogo merupakan proses pembudayaan nilai toleransi yang berkelanjutan.
Kata kunci: budaya anti-perundungan, toleransi, pendidikan karakter, internalisasi nilai, budaya sekolah.
Informasi Item
| Item Type | Thesis (S2) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords | budaya anti-perundungan, toleransi, pendidikan karakter, internalisasi nilai, budaya sekolah. |
| Subjects | L Education > L Education (General) L Education > LA History of education |
| Divisions | Postgraduate Program > Master of Pedagogy |
| Date Deposited | 20 Oct 2026 06:01 |
| Last Modified | 20 Oct 2026 06:01 |
| URI | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/21603 |
