HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK HARIAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA SISWI KELAS VIII SMPN 3 PONOROGO

Fidi Astuti, Yani (2021) HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK HARIAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA SISWI KELAS VIII SMPN 3 PONOROGO. Skripsi (S1) thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

[img] Text (Surat_Keputusan_Unggah_Karya_Ilmiah_Yani_Fidi_Astuti)
Surat Persetujuan Unggah Karya Ilmiahh.pdf

Download (110kB)
[img] Text
HALAMAN DEPAN YANI FIDI ASTUTI-dikonversi.pdf

Download (516kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (350kB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (656kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (331kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (459kB)
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (391kB)
[img] Text
BAB 6.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (277kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (302kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK HUBUNGAN AKTVITAS FISIK HARIAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA SISWI KELAS VIII SMPN 3 PONOROGO Oleh : Yani Fidi Astuti Menstruasi merupakan bagian penting dari seorang wanita. Gangguan menstruasi sering dirasakan sebagian remaja putri. Gangguan yang sering terjadi adalah dismenorea. Salah satu faktor penyebab terjadinya dismenorea adalah aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik harian dengan kejadian dismenorea pada remaja putri. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswi kelas VIII di SMPN 3 Ponorogo dengan besar sampel sebanyak 33 responden. Dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknis pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis menggunakan Fisher exact dengan signifikan 0,05. Hasil penelitian aktivitas fisik harian didapatkan sebagian besar 17 responden (51,5%) kategori ringan. Dan sebanyak 16 responden (48,5%) dengan aktivitas fisik kategori sedang Pada kejadian dismenorea pada remaja sebanyak 26 responden (78,8%) mengalami dismenorea. Analisis hubungan didpatkan p value (0,398) >α (0,05) yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian disemnorea pada remaja. Hasil penelitian didapatkan sebagain besar remaja yang mengalami dismenorea diharapkan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan melakukan olahraga secara teratur agar bisa untuk mencegah terjadinya dismenorea. Kata kunci : aktivitas fisik, kejadian dismenorea, remaja

Item Type: Thesis (Skripsi (S1))
Uncontrolled Keywords: Aktivitas fisik, kejadian dismenorea, remaja
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Health Sciences > Departement of Nursing S1
Depositing User: fik . userfik
Date Deposited: 22 Oct 2021 01:31
Last Modified: 22 Oct 2021 01:32
URI: http://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/8390

Actions (login required)

View Item View Item