PEMBINAAN EKS PELAKU KENAKALAN REMAJA MELALUI PENINGKATAN RELIGIUSITAS DI KOMUNITAS PEMUDA INSYAF KARANGANYAR
Berkas Tugas Akhir
Surat Persetujuan Unggah Karya Ilmiyah.pdf
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Tesis Full Text.pdf
Restricted to Repository staff only
Abstract
Heri Siswanto. 2026. Pembinaan Eks Pelaku Kenakalan Remaja Melalui Peningkatan Religiusitas di Komunitas Pemuda Insyaf Karanganyar. Tesis, Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Pembimbing: (1) Dr. Ayok Ariyanto, M.Pd.I. (2) Dr. Syamsul Arifin, M.Pd.
Kata kunci: pembinaan, Kenakalan Remaja, religiusitas, Psikologi Pendidikan Islam, Pemuda Insyaf Karanganyar.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembinaan eks pelaku Kenakalan Remaja melalui peningkatan religiusitas di Komunitas Pemuda Insyaf Karanganyar ditinjau dari perspektif Psikologi Pendidikan Islam. Latar belakang penelitian ini bertolak dari meningkatnya perilaku kenakalan remaja yang berdampak pada perkembangan psikologis, sosial, dan spiritual, sehingga diperlukan model pembinaan yang menyentuh aspek keagamaan sekaligus psikopedagogis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan pembina komunitas, anggota eks pelaku delinquency, serta tokoh agama sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan religiusitas—melalui pembiasaan ibadah, kajian keagamaan, mentoring akhlak, dan penguatan lingkungan sosial religius—berkontribusi signifikan dalam perubahan perilaku dan rekonstruksi identitas diri para anggota. Dari sudut pandang Psikologi Pendidikan Islam, pembinaan tersebut efektif karena mengintegrasikan aspek kognitif (pemahaman nilai agama), afektif (penguatan kesadaran spiritual), dan psikomotorik (praktik ibadah dan akhlak). Selain itu, pendekatan edukatif yang humanis dan berbasis keteladanan mampu meningkatkan regulasi diri, motivasi intrinsik, dan resiliensi moral para eks pelaku Kenakalan Remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa religiusitas dapat menjadi fondasi penting dalam program rehabilitasi dan reintegrasi sosial remaja bermasalah apabila dilaksanakan secara berkelanjutan, terarah, dan berbasis komunitas.
Informasi Item
| Item Type | Thesis (S2) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords | Pembinaan; Eks Pelaku Kenakalan Remaja; Religiusitas; Komunitas Pemuda Insyaf; Reintegrasi Sosial. |
| Subjects | L Education > L Education (General) |
| Divisions | Postgraduate Program > Master of Islamic Sudies |
| Date Deposited | 06 Oct 2026 01:16 |
| Last Modified | 06 Oct 2026 01:16 |
| URI | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/21407 |
