IMPLEMENTASI PERMAINAN TRADISIONAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK B DI RA PSM KROWE
Berkas Tugas Akhir
PERSETUJUAN UNGGAH KARYA ILMIAH .pdf
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
FULL TEXT THESIS.pdf
Restricted to Repository staff only
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi permainan tradisional dalam mengembangkan motorik kasar anak usia dini pada Kelompok B di RA PSM Krowe, Kabupaten Magetan, serta mendeskripsikan respons dan keterlibatan anak serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan sumber data kepala RA, guru, dan orang tua anak Kelompok B. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data melalui triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi permainan tradisional dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Permainan yang digunakan meliputi engklek, gobak sodor, petak umpet, dan lompat tali. Permainan tersebut dipilih dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran serta kemampuan anak. Engklek memberikan stimulasi terutama pada keseimbangan dan koordinasi, gobak sodor pada kelincahan dan kecepatan, petak umpet pada kelincahan dan koordinasi, sedangkan lompat tali pada kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan kelentukan. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap melalui penjelasan aturan, pemberian contoh, kesempatan mencoba, pendampingan, dan pemberian kesempatan bermain secara mandiri. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perkembangan motorik kasar anak yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan melompat, berlari, menjaga keseimbangan, mengubah arah, mengkoordinasikan gerakan, serta meningkatnya keberanian dan keaktifan anak dalam aktivitas fisik.
Respons dan keterlibatan anak terhadap permainan tradisional cenderung positif. Anak menunjukkan rasa ingin tahu, antusiasme, keinginan mencoba, dan keinginan mengulangi permainan. Pengalaman bermain di sekolah juga terbawa ke lingkungan rumah, ditunjukkan dengan meningkatnya aktivitas fisik dan munculnya kembali permainan tradisional bersama orang tua, saudara, maupun teman. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah dan guru, kreativitas guru, antusias anak, ketersediaan tempat dan sarana sederhana, kerjasama antara guru, serta dukungan orang tua. Faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan anak, kurangnya kepercayaan diri, keterbatasan waktu, kondisi cuaca, dan perlunya penyesuaian aturan permainan. Guru mengatasi hambatan tersebut melalui pendampingan, modifikasi permainan, pemberian kesempatan secara bertahap, apresiasi terhadap usaha anak, dan penyediaan kegiatan alternatif. Dengan demikian, permainan tradisional dapat digunakan sebagai kegiatan pembelajaran yang menyenangkan untuk menstimulasi perkembangan motorik kasar sekaligus mendukung perkembangan sosial dan emosional anak usia dini.
Kata kunci: permainan tradisional, motorik kasar, anak usia dini, Kelompok B, RA PSM Krowe.
Informasi Item
| Item Type | Thesis (S2) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords | Kata kunci: permainan tradisional, motorik kasar, anak usia dini, Kelompok B, RA PSM Krowe. |
| Subjects | L Education > L Education (General) |
| Divisions | Postgraduate Program > Master of Pedagogy |
| Date Deposited | 22 Oct 2026 08:04 |
| Last Modified | 22 Oct 2026 08:04 |
| URI | https://eprints.umpo.ac.id/id/eprint/21648 |
